Hari-hari yang ku lalui begitu menyedihkan, tubuh ku terasa remuk, menghadapi kenyataan tentang hidup, yang semakin keras, panas nya matahari menjadi kesenangan bagi tubuhku,
Setitik pengharapan pun sudah tak ada, didalam diriku, aku mencoba terus bersabar menghadapi semua kenyataan hidup yang begitu keras, kesedihan, rasa kecewa, rasa hampa selalu menghantui setiap hembus nafas ku,entah sampai kapan, keadaan yang seperti ini terus bersama ku, apa itu kebahagiaan, aku tidak pernah tau, bagi ku kebahagiaan itu hanya sebuah, omong kosong.. Dalam hidup ini kepedihan lah kenyataan yang sebenar nya selalu ada bersama ku.
Hembusan angin menerpa tubuh ku, aku tersenyum, merasakan dingin yang sangat sejuk di dalam tubuhku. Sempat terfikir dalam benak ku, ingin aku bersama angin itu, pergi dan datang seolah-tak mengerti dengan kehidupan yang fana ini.. Dia sendiri aku pun sendiri, dia tak terlihat, tapi kesetiaan nya tak pudar kepada ku, aku hanya seorang diri di dunia ini tak ada yang menemani diriku, manusia hanya sumber kepedihan hati ku, tentang mereka aku tak pernah perduli.
Entah apa yang aku cari di dalam hidup ini aku tak tau. Kisah ini kutulis untuk para pembaca yang senang membaca, perlu dicatat kisah ini hanya hayalan penulis semata, semoga para pembaca mendapat sedikit hikmah dari kisah ini.
Sabtu, 12 Agustus 2017
Menelusur jalan menanti terang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar