Kisah ini ku tulis atas dasar keinginan hati yang bertahan, di atas kerapuhan, aku tahu bahwa hidup itu panjang dan sumber kehidupan itu sendiri aku tak pernah tahu, yang ku rasakan dalam hidup adalah keigginan hati yang aku pun tak mengerti apa maksud dari tujuan hidup itu sendiri, sangat sulit untuk di mengerti tentang hidup, dan hembusan nafas, yang selalu berhembus setiap detik, tuhan punya rencana, dalam hidup, dan setiap detik kehidupan punya arti tersendiri bagi sang Maha Agung. Entah itu baik, atau jahat aku tak pernah tahu, semua pengharapan dalam hidup, ku, terlalu panjang iya memang panjang, tapi masa depan itu selalu ku harapkan, aku sendiri sudah rapuh dalam menjalani kehidupan ini, tapi rapuh ku tak pernah mati,, ada sebuah kekuatan yang aku pun tak mengerti apa mau nya kekuatan itu pada diriku, seperti sebuah mimpi, aku jalani hidup ini menurut kehendak nya, terkadang aku bertanya tentang diri ku sendiri, yang tak pernah tahu apa tujuan sebenar nya dari kehendak ilahi, jika aku tahu, apa yang di kehendaki atau sang ilahi berbicara kepada ku seperti kata hati ku berkata kepada diri ku sendiri, memang sulit, karena yang ku harapakan bukan dari kehendak ku sendiri aku hanya alat dan itu lah takdir yang harus ku terima, dengan hati lapang, bahwa sang maha agung mengginginkan aku untuk menjalani semua dengan ikhlas.
Memang benar tuhan itu adil, setiap perkara dan kehidupan selalu ada timbal balik yang harus di jalan kan, karena setiap perbuatan pasti ada balas yang seimbang, kepedihan dan kesenangan itu selalu berimbang dalam kehidupan ku, sejujur nya sebagai alat aku hanya bisa menerima dengan senang... Kehendak roh ku untuk hidup adalah jalan panjang ku menuju terang sebenarnya, iya terang yang tak silau terang yang tak panas, terang yang tak panas, tapi terang yang membahagiakan, jika sampai sudah masa nya aku menemukan terang itu,masa ku sebagai alat akan selesai, aku akan menjadi roh yng sempurna semua itu atas kehendak nya untuk diriku, dan itu sebagai hadiah yang sangat besar dan tak akan pernah ternilai dengan apapun,.dalam kehidupan dibawah sinar matahari. Ini sebelum cahaya itu menjadi kenyataan aku harus mempersiapkan diri untuk itu semua. Karena berhadapan dengan sang pemberi hidup sangat lah luar biasa.. Aku takut dengan ini aku takut dengan apa yang harus terjadi aku takut dengan perbuatan buruk ku, yang selalu dia lihat dengan senyuman lembut, kebebasan ini membuat ku menjadi malu dengan kehidupan ku sendiri.
Bagi ku falsafah peganggan hidup ku terlalu sulit, hitam, putih bercampur tak merubah warna di kehidupan, aku mengerti kalau hidup ku berarti aku enggan menerima kenyataan tapi aku juga tak mau kenyataan itu merubah hidup ku, semua yang aku tau tentang diri ku hanya sebagian kecil, yang aku Mengerti, rasa egois, rasa cinta bercampur, aku merasa sedikit binggung, entah ini hayalan atau kenyataan yang terasa bersama hembusan nafas yang dalam, selalu ku bawa dengan perasaan ku sendiri kehendak ku dan keingginan hati ku tak bisa ku ungkapkan dengan kata, atau sifat, tapi aku ingin agar selalu ada semua dengan mengerti seperti kisah yang aku pun tak tau tapi selalu ku ingin kan kalau semua yang ku harapkan tak pernah terwujud, dalam hidup ku.. Apa tuhan menguji diri ku atau membuat ku menderita, aku ingin hidup ku tak menjadi petaka bagi diri ku sendiri.
Sabtu, 12 Agustus 2017
Kehidupan menuju cahaya terang yang damai
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar